
Untuk mengurangi biaya produksi pipa persegi berdiameter besar dan memenuhi permintaan pasar industri konstruksi, telah dipelajari proses produksi dan prosedur kritis pipa persegi dengan metode "direct square". Dinyatakan bahwa dalam proses pembentukan "direct square", perlu dipastikan sudut pembentukan semuanya lebih besar dari 90°, radius busur sudut pembentukan lebih besar daripada produk akhir, serta perlu dirancang suatu upper mold berbentuk gooseneck khusus; pada proses sambungan (pra-pengelasan) harus ditambahkan perangkat rol penopang internal; pada proses penghalusan (pengepresan), rol atas harus diproses dengan alur celah las untuk mencegah celah las menyebabkan permukaan pelat atas runtuh selama proses penghalusan. Pada saat yang sama, dijelaskan pula persyaratan terhadap peralatan produksi utama untuk pipa persegi berdiameter besar, seperti mesin frais, mesin pembentuk, mesin penyambung sambungan, mesin penghalus, dan mesin pelurus bergerak portal. Studi komparatif telah menunjukkan bahwa proses "direct squaring" memiliki keunggulan signifikan dibandingkan proses "round first and back", karena dapat menghemat penggunaan peralatan, mengurangi jumlah proses, dan dengan demikian menekan biaya produksi